Skip to content

sejarah prostitusi jepang

25 Juli 2011

Prostitusi di Jepang memiliki sejarah yang panjang dan berliku. Selama Hukum Anti-Prostitusi pada tahun 1956 dikeluarkan dan membuat Prostitusi menjadi ilegal, beberapa lubang keamanan, bermacam-macam interpretasi hukum yang berbeda dan penanganan yang tidak ketat membuat Industri Sex menjadi sukses dan mengalirkan arus dana sebesar 2,5 triliun yen setahun. Hal tersebut sama dengan 1% dari pendapatan per kapita se-Jepang dan mendekati budget pertahanan dan keamanan di Jepang.

Mengapa ini saya bahas? Simply karena sejarah memiliki banyak sekali sisi yang bisa kita gali. Sex hanya salah satunya, dan Jepang memiliki sejarah yang menarik mengenai hal ini.Ada kaitannya sama Indonesia lagi. Singkirkan dulu untuk sementara video Maria Ozawa dan mari kita mulai…

Sejarah
Kepercayaan Shinto tidak menganggap Sex sebagai sesuatu yang tabu, sementara impas dari ajaran Buddha mengenai Sex telah dibatasi.

Era Shogunate
Pada 1617, Tokugawa Shogunate mengeluarkan perintah yang membatasi prostitusi di area-area tertentu saja yang berlokasi di tepian kota. Tiga area yang paling terkenal adalah Yoshiwara di Edo(hari ini disebut Tokyo), Shinmachi di Osaka, dan Shimabara di Kyoto.

Para penghibur diberikan gelar yujo atau “Women of Pleasure” dan diberikan tingkatan berdasarkan hierarki yang bersangkutan. Distrik ini dibatasi oleh dinding dan dijaga untuk menjaga dua hal : pajak dan akses keluar masuk. Ronin, atau samurai yang tidak bertuan tidak diizinkan masuk dan para penghibur pun dilarang keluar. Kecuali setahun sekali untuk melihat pohon sakura bersemi dan mengunjungi relasi yang telah meninggal.

Era Meiji
Terbukanya Jepang dan masuknya pengaruh Barat membawa beberapa perubahan. Prostitusi-prostitusi yang tidak berizin mulai bermunculan dan menimbulkan masalah baru bagi para penduduk setempat dan (tentunya) aparat keamanan

Karayuki – San
Adalah wanita Jepang yang berpindah ke Asia Timur atau Asia Tenggara di paruh kedua abad ke 19 untuk bekerja sebagai penghibur. Banyak dari para wanita ini dikatakan berasal dari Pulau Amakusa di Perfektur Kumamoto, yang banyak dihuni oleh komunitas Kristiani Jepang.

Para wanita yang bekerja di seberang lautan sebagai Karayuki-san kebanyakan berasal dari keluarga petani atau nelayan yang miskin. Mediator yang mengatur keberangkatan mereka akan mencari gadis-gadis muda di usia tertentu di komunitas petani yang miskin dan membayar sejumlah uang bagi orangtua mereka, mengatakan kepada mereka bahwa anaknya akan bekerja sosial di negara lain. Yang mana sesungguhnya mereka menjual kembali gadis-gadis tersebut ke industri prostitusi untuk mendapatkan uang. Beberapa bahkan berhasil membuka rumah bordir mereka sendiri setelah sukses.

Akhir era Meiji adalah era emas bagi para karayuki-san, dan gadis-gadis yang bekerja di luar negeri disebut lagi sebagai “Joshigun” atau “Army Girls”. Namun, dengan semakin terkenalnya Jepang di dunia internasional, para Joshigun tidak lagi dianggap membanggakan namun sebaliknya, merupakan hal yang memalukan. Pada tahun 1920, prostitusi mulai dianggap melanggar hukum dan berdampak pada penutupan rumah-rumah bordir Jepang di luar negeri. Banyak yang kembali ke Jepang, namun sebagian masih memilih untuk tetap tinggal.

Setelah Perang Pasifik, topik Karayuki-San kembali menjadi topik bahasan yang hangat oleh beberapa media setempat pada tahun 1972.

Tujuan utama karayuki-san meliputi China, Hong Kong, Filipina, Borneo (kalimantan kah?), Thailand dan Indonesia. Mereka sering dikirim ke koloni Barat di Asia sebagai pemenuhan permintaan personel militer barat. Ada juga kasus yang menceritakan wanita-wanita jepang yang dikirm ke berbagai tempat seperti Siberia, Manchuria, Hawai, Amerika Utara (California), dan Africa.

Era Perang Dunia II
Selama Perang dunia II, militer Jepang mengirimkan para prostitusinya untuk para prajurit mereka di China. Lebih dari setengah sebenarnya adalah warga Korea, namun sisanya dikumpulkan dari negara-negara jajahan Jepang. Hampir semua Wanita Penghibur ini ditipu atau diancam untuk menjadi seperti itu. Beberapa dari mereka disekap hingga mendapatkan sakit-sakitan, kemudian dibunuh. Banyak dari mereka yang selamat yang baru-baru ini meminta pertanggungjawaban dari pengadilan Jepang.

Era Setelah Perang
Segera setelah perang, Asosiasi Rekreasi dan Kesenangan dibentuk oleh Kementerian dalam negeri Jepang untuk mengorganisasikan rumah bordir sebagai pelayan prajurit sekutu yang bertempat di Jepang saat itu. Dan Prostitusi pun menjadi legal sejak saat itu.

Well… Sebenernya, saya mau sharing tentang sejarah JAV di Jepang, apa daya, sulit juga mencari mengenai JAV. Tapi jika melirik sejarah panjang perjalanan industri sex di Jepang, maka tidak mengherankan jika saat ini, pria Jepang mendapatkan peringkat sebagai “Turis sex nomor satu di Asia”.

sumber :http://www.xire.co.cc

fakta japan adult video

25 Juli 2011

inilah beberapa alasan Negeri Sakura itu melegalkan JAV
Sex di Jepang sudah bukan hal yang tabu bagi kita, apalagi budaya sex yang bisa terbilang ekstrem di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi kesopanan ini. Siapa sih yang tidak tahu kalau bangsa Jepang terkenal sopan? Namun tak sedikit pula yang tahu budaya sex Jepang yang ekstrem.

berikut kisahnya:

1. Di salah satu kuil di Tokyo, ada sebuah gerbang merah yang jadi simbol sakral penduduk disana. Ternyata, di arena setelah kita melewati gerbang merah tersebut adalah area ritual bagi perempuan disana yang ingin melepas keperawanannya.

2. Tahu sinkansen? Di kereta api super cepat ini ternyata tersedia gerbong khusus buat perempuan. Di gerbong ini, perempuan diberikan kebebasan untuk ngapain tanpa harus keganggu ama cowo-cowo yang ada disana. Konon kabarnya cowo Jepang sering ngelakuin tindakan asusila di kereta api. (bahkan beberapa syuting film porno memakai latar belakang kereta api sinkansen sebagai tempatnya.

3. Yang paling menarik!! Di kuil di daerah kawasaki, terdapat sebuah festival yang dirayain ama penduduk disana. Pada festival ini, perayaan dilakukan dengan pengangkatan sebuah patung berbentuk “penis” oleh seluruh warga yang bermukim disana.. How Jerk..!!Pada festival tersebut, dipajang juga meriam-meriam berbentuk penis serta segala aksesoris tentang seks yang dijual oleh pedagang disana. Untungnya, festival tersebut adalah festival ritual kepercayaan Jepang. Ada aturan dan tata krama yang membuat festival tersebut tidak menjadi festival hubungan seks. Entah apa maksud dari festival tersebut??

Memang, seks di Jepang bukanlah hal yang tabu. Kalau kita mengetikkan keyword sex in japan di wikipedia, kita akan menemukan berbagai sejarah aneh tentang seks di jepang. Bagi penduduk di Jepang, perawan ketika malam pertama pernikahan adalah sangat memalukan bagi mereka yang menikah di usia lebih dari 20 tahun. Artinya mereka bener-bener tipe level bawah dalam pergaulan mereka. Hal ini bukan hanya terjadi belakangan, tetapi sudah sejak zaman2 kerajaan Jepang di masa2 lampau. Dahulu semua perempuan diberikan kepada prajurit2 Jepang untuk dijadikan pelampiasan nafsu mereka dan orangtua merekapun rela untuk itu. Jangan heran ketika zaman penjajahan Jepang dulu banyak perempuan Indonesia yang kehilangan keperawanan oleh tentara Jepang.

Selain itu, mereka adalah penyedia house production bokep yang sangat subur di dunia. Ada banyak banget perusahaan penyedia film “terlarang” ini di negeri matahari terbit. Pemerintah Jepang telah melegalkan industri ini sejak tahun 70an. Dahulunya kekaisaran Jepang telah melegalkan pertunjukan teater sex di Jepang. Mungkin ini pertama dan satu-satunya di dunia). Film2 mereka pun terkesan fantastis dan terlalu canggih. Maksudnya, mereka membuat pelm bokep dengan sepenuh hati dan sesempurna mungkin (pelm2 hollywood aja kalah!). Udah gitu mereka juga nyedain gerai-gerai bokep lagi buat segala penikmat bokep Jepang. Disana masyarakat Jepang bisa membeli sex toy, trus video bokep, or ngerental video bokep terang-terangan asal berusia di atas 20 tahun.

Anehnya, meskipun mereka masih tergolong rumpun ras kuning dengan budaya ramahnya, bagi rakyat Jepang keanehan-keanehan itu dianggap wajar.. Mereka tidak risih dengan budaya yang tergolong ekstrim itu. Ntah ampe kapan Jepang bakal terus nunjukin budaya kaya gini… Moga-moga Indonesia bisa mengambil hikmah untuk dari penyimpangan budaya masyarakat Jepang sehingga membuat kita terus mawas atas keanehan yang terjadi di dunia ini.
Saking Legalnya, Iklannya pun sampe super gede

KEKAYAAN ATAU KUTUKAN

22 Juli 2011

mungkin banyak dari kita yang berpikir bahwa negara- penghasil minyak warganya akan makmur, namun dalam kenyataannya banyak negara timur tengah penghasil migas justru rawan konflik. itulah yang terjadi di Libya dan mesir.

Buku Escaping the Resource Curse suntingan Macartan Humpray, Jeffrey Sachs dan Joseph Stiglitz menjelaskan, negara yang punya sumber daya alam yang melimpah justru sering gagal mendapatkan manfaat jangka panjang dari kekayaan alamnya. Daerah kaya malah jadi lebih miskin dan bermasalah dari daerah lain dengan sumber daya alam terbatas. Apakah hal serupa yang di alami negri kita yang konon katanya juga punya kekayaan alam yang melimpah.

Mungkin hasil alam ini hanya di nikmati orang tertentu dan yang pasti negeri ini juga sering terjadi konflik. Misal saat usai hasil pemilu atau pilkada pendukung calon yang kalah akan menggelar demo besar-besaran yang melibatkan pengangguran dan rakyat miskin dengan di bekali uang saku 40 ribu mungkin. Para calon pemimpin pun rela kehilangan modal tinggi dan mungkin jika di hitung gajinya selama menjabat tak mampu untuk mengembalikan modal pencalonannya namun demi menguasai hasil alam yang ada semua akan di lakukan, proyek pun tak kan berjalan tanpa persetujuan kepala daerah mungkin itulah yang memicu konflik daerah dengan sumber daya alam yang melimpah

WordPress.com oEmbed Provider API Now Available

20 Juli 2011

WordPress.com oEmbed Provider API Now Available.

dangdut

18 Juli 2011

        Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

      Dangdut: Musik atau Bukan? Wajah dangdut sudah mengalami perubahan
      signifikan beberapa tahun belakangan ini. Tahun 90-
      an dulu, paling-paling kita cuman tahu, Camelia Malik,
      Rhoma Irama, Meggy Z. dan seterusnya. Sekarang
      mereka sudah jadi senior. Ketika Inul Daratista
      muncul dengan goyangan ngebornya, Rhoma Irama mengecamnya. Apakah sang senior iri dengan sang
      junior? Entahlah, yang pasti, sekarang ini dangdut
      sudah lebih dari sekedar lagu. Tidak ada yang baru dengan goyangan ngebor Inul.
      Tidak ada yang baru dengan goyangan patah-patah
      Anisa Bahar. Tidak ada yang baru dengan goyangan
      erotis Dewi Persik. Pertanyaannya, apa yang
      istimewa dari mereka? Tarian-tarian seperti itu
      dengan mudah ditemui di klub-klub erotis di luar negeri. Loh? Apa saya pernah ke sana? Sebetulnya sih
      tidak, saya cuman lihat di filem-filem dan ya
      goyangannya seperti itu. Lagipula, kalau tarian itu cuman ‘bumbu’, kenapa
      malah jadi main attratction aksi panggung? Sudah
      saatnya ada yang ‘menampar’ orang-orang untuk
      meninjau ulang apa yang dimaksud dengan dangdut
      sebenarnya. Saya pernah lihat sendiri aksi panggung
      penyanyi dangdut di panggung. Benar-benar pelecehan seksual. Selagi penyanyi itu menyanyi,
      penonton naik panggung dan ‘menyirami’
      penyanyi ini dengan duit saweran sambil sedikit-
      sedikit menyentuh. Waw. Di video lain, ada aksi
      panggung penyanyi dangdut menirukan adegan filem
      biru. Apa? Mau berlindung di kebebasan berekspresi lagi?
      Kenapa tidak jadi binatang sekalian. Lihat saja, anjing
      di jalanan bebas berekspresi, tidak ada yang
      mengganggu gugat. Apakah kita mau seperti itu?
      Tentu tidak. Kita harus menunjukkan bahwa moral
      kita tidak serendah itu. Sudah cukup banyak kebejatan di negeri ini. Kembalikan dangdut ke
      konsep semula. Dangdut bukan soal tarian, tapi soal
      musik. Dan, jangan sebut dangdut itu ciri khas
      Indonesia. Banyak koq, lagu dangdut hasil saduran
      lagu-lagu Arab dan/ atau India. Cucak Rowo lagu
      siapa? Itu lagu country, kalau mau tahu. Mengerikan apa yang terjadi di negeri ini, sementara
      orang-orang banyak yang mati kelaparan (secara
      harafiah), seperti yang terjadi baru-baru ini di Kediri, Dewi Persik mati-matian membela aksi bejatnya
      sendiri. Masih sukur, baru dicekal di Tangerang dan
      Depok. Padahal itu pun sebenarnya tidak dicekal.
      Masih boleh manggung, asal jangan mengumbar
      anggota badan macam penari di klub red district. Gak
      usahlah Dewi Persik nyebut-nyebut soal dia suka mendonorkan duitnya. Kalau ikhlas, gak perlu itu
      disebut-sebut. Gak usahlah Dewi Persik nyebut-nyebut
      soal keturunan beragama. Akhlaknya jelas-jelas gak
      menunjukkan demikian. Sekali lagi, kembalikan
      konsep dangdut ke semula: musik!

Hello world!

17 Juli 2011

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.